Dulu engkau tangguh
Kenapa sekarang luluh?
Sudahlah, jangan mengaduh,
Hidup memang lumrah begitu.
Kesulitan itu aksesoris hidup,
dia kadang mengepung,
menjelma bagai elang,
menyeringai garang,
mencengkram tajam menghujam.
Dan engkau,
engkau bagai pipit kecil
dikepung raksasa-raksasa lapar.
Pucat pasi.
Ingin berlari.
Sembunyi.
Sayapmu mungkin kecil
Paruhmu mungil
Cakarmu kerdil
Dan
Nyalimu menggigil!
Tapi,
Ketahuilah!
Kekuatan itu bukan pada realitas fisikmu,
bukan pula di aksesoris tubuhmu.
Melainkan pada motivasi di dadamu,
yang lahir dari keberserahan pada Allah-mu
Berserahmu itulah sahabat,
yang akan menjelma kekuatan,
yang membuat Daud kecil menyungkurkan Jalut,
yang membantu Musa menenggelamkan Fir’aun,
yang menegarkan Hajar di tandus Makkah,
yang meneguhkan Bilal di himpitan batu
Umayyah
Kekuatan yang akan membuat ke-pipit-anmu
menjelma rajawali.
Tangguh, teguh, kukuh, tak kenal aduh!
Berserahlah sahabat….
Pada Kekuatan yang menjagamu
Bukan menyerah
Pada kesulitan yang mengepungmu.
Tegakkan!
Kepalkan!
Hancurkan!
Sampai rintangan itu terjungkal di hadapanmu!
Karena kutahu: Dirimu memang tangguh
What doesnt kill you make you stronger! :)
Yang aku tahu,Allah selalu bersamaku
Ternyata begini rasanya berada di bawah.. Ketika setiap usaha berlabuh pada kegagalan. Ketika setiap doa adalah kesempatan emas untuk merendahkan diri. Ketika hati.sudah mengadu kesekian kalinya pada Yang Maha Perkasa tapi belum jd dikabulkan. Ketika setiap solusi2 kecil terhempas dlm kehampaan harapan.
Oh Allah..sungguh aku tak sanggup melihat wajah tua ibu dan ayahku dalam kesusahan yg amat payah. Oh Allah.. Entah keajaiban apa yg ingin kau berikan utk kami. Oh Allah.. Ntah sdh berapa lama air mata kami jatuh dlm sejadah kami. Oh Allah.. Sampai akhirnya aku yakin kau mengeluarkan masalah sepaket dg jalan keluar. Yang kami belum tau mungkin itu apa.. Yang mungkin ilmu kami tak cukup sampai kesana. Oh Allah.. Dimana kami harus berteduh? Oh Allah..yang aku tahu, Kau selalu bersama kami dimanapun kami berada T.T
Cita-cita terbaru!
Ketika saya baca buku #menikahUntuk Bahagia dan ditanyakan visi misi saya menikah„pada saat itu yg terbayang hanya jawaban normatif (menurut pa noveldy) : Membangun Keluarga Sakinah Mawadah Warrahmah. Tanpa tau makna satu persatu artinya. Dangkal! Tidak membuat getaran pd hati sy ketika mengucapkan itu. Dr situ sy berfikir.. Apaa yaa yg mau sy isi buat keluarga saya nanti? Sy ga mau nanti isinya setiap hari selalu bareng tapi tanpa ruh,bosan,rutinitas. Sesuatu hal yg pengen sy capai di organisasi seumur hidup saya itu. Bagaimana membuat personil didalamnya ‘betah’ untuk.sama2berjuang dlm bahtera menuju pertemuan berikutnya di kekekalan yg sebenarnya.. Syurganya Allah!
Akhirnya sy punya misi yg kuat. Yg mmbuat hati saya bergetar ketika mengucapkannya.. “Mensyurgakan rumah saya di dunia.” Ya,syurga.. Tempat yg sangat indah damai dan.nyaman di dalamnya.
Dari situ..sy bercita2 untuk menjadi istri yg mendapatkan ridha suami, yg membuat suami saya kelak merasa dia adl suami yg paling beruntung di.seluruh dunia krn memiliki sy.. Lebay?hahha..cita2itu harus lebay. Kalo cita2 nya setinggi awan,setidaknya kalo ga bruntung masih bs laah jatoh2nya ke gunung everest. Tapi kalo cita2 setinggi pohon mangga,jatohnya jangan2setinggi pohon jeruk ajah..
Semangat yaa,para calon istri sholehah :))
Mungkin kebetulan kebetulan kecil ini termasuk skenario dariNya. Untuk meyakinkan, membuktikan, memberikan hati kita kepercayaan kalau benar ini jalanNya. Supaya hati kita tdk bertanya2 lebih jauh. Berfikir lebih jauh. Dan tergoda dg bisikan2 jahat yg lebih jauh. Supaya kita bs mensyukuri dan menikmati anugerahNya di setiap prosesnya :)
LT
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid
To fall
But watching you stand alone
All of my doubt
Suddenly goes away somehow
Christina Perry- Thousand Years
Kesiapan adalah perpaduan harmonis
antara pekerjaan akal, hati, dan
anggota tubuh. Tidaklah seseorang
dikatakan siap melakukan sesuatu
sebelum akal, hati, dan anggota
tubuhnya menyatakan kesanggupan.
Cahyadi Takariawan
Dakwah penuh onak dan duri
Insyaallaah ini bermanfaat utk dishare ke kalangan kader. Yudi Widiana, KaBid Seni Budaya DPP.
@YudiWidiana #musibah:
1. Mari kita perbanyak do’a, “hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wa niman nashir”. Insya Allah ada hikmah dibalik ini semua.
2. Kita ini ibarat sedang mendaki gunung yg tinggi. Di depan kita, puncak gunung kian dekat. Mungkin kita sdh separo jalan.
3. Saat kita berjalan berat, menanjak… Sekonyong angin menghempas tubuh kita dgn kencang. Reaksi dari kita beragam hadapi angin.
4. Hantaman angin itu begitu keras dirasakan dibagian dada dan kepala yg melindungi jantung kita. Bahkan spt menyedot tubuh kita.
5. Mereka ingin gagalkan perjalanan dakwah menuju puncak dgn 2 hantaman sekaligus! Suap (korupsi) dan wanita agar dakwah ambruk.
6. Sebagian kita begitu kokoh dan terus maju menerjang badai yg menghantam. “Ayo dakwah ini tak boleh padam dan ambruk!”
7. Mungkin juga ada yg terdiam kaget, ada yg terhuyung2 nyaris jatuh, tak sedikit yg terguncang dihantam badai tiba2 & kencang.
8. Bahkan mungkin saja ada yg hendak berbalik badan membatalkan perjalanan menuju puncak bersama kafilah dakwah ini. Sunnatullah
9. Wahai Saudaraku! Tengoklah ke belakang, jauh nian jalan yg sdh kita lalui yg penuh onak dan duri. Akankah kita berbalik turun?
10. Tidak Saudaraku! Kita jangan patah semangat dan tetap fokus krn kita punya tugas mengibarkan panji dakwah ini di puncak dunia.
Semangat ust. Lutfi Hasan! Sungguh fitnah ini benar2 keji :’(
:)
Apabila dua orang telah digariskan untuk
dapat hidup bersama….
Telah tertulis siapa yang menjadi Jodohnya
dalam Kitab Lauhful Mahfudz maka….
Sejauh apapun mereka…sebanyak apapun
rintangan yang menghalangi…sebesar
apapun beda diantara mereka….
sekuat apapun usaha dua orang tersebut
untuk menghindarkannya…meski mereka
tidak pernah komunikasi sebelumnya…
meski mereka sama sekali tidak pernah
membayangkan sebelumnya…meski
mereka tidak pernah saling bertegur
sapa….
PASTI!
PASTI tetap saja mereka akan
bersatu….seakan ada magnet yang menarik
mereka…akan ada hal yang datang…untuk
menyatukan mereka berdua…akan ada
suatu kejadian…yang membuat mereka
saling mendekat…dan akhirnya bersatu…
Aamiin ya Rabbal’alamin..